Posts

would you attend a wedding party by yourself?

Image
ada masanya ketika menghadiri pesta pernikahan sendiri adalah suatu pilihan yang mau tak mau ada. oh, kuharap kamu tidak mengalaminya, jika kau pikir itu bahkan bukan suatu pilihan. "harus ada yang mendampingi," katamu. atau "lebih seru jika bersama suatu rombongan", atau "menyedihkan sekali datang sendirian". well, but I did. yeah I did come to a wedding party alone, by myself. mungkin ide ini terkesan gila, tidak mungkin, aneh, apalagi untuk manusia yang cenderung menghindari interseksi dengan manusia lain, ummm yeah it's me. tapi satu hal yang kuyakini, aku perlu datang untuk congratulate the bride and groom yang kebetulan orang yang pernah penting dalam hidupku (satu pengalaman tentang missed a chance to congratulate someone that consequently become an inevitable regret). untuk menunjukkan bahwa I do care about you, about your happiness, about your lifeline too, and I appreciate our times together in the past, I don't care if you don't real...

short-end love story

Image
this is a short love story, between you and her. and I? I ... am just an outsider. nothing to care about.  human is stupid sometimes if it comes to love. they even can't determine their own feeling. they can't decide to whom they should fall, or better not to fall. they can't prevent their feeling from not being too much. they can't protect their heart from being broken. it's too much stuff that human can't control.  so, whatever you said about your love status, it is your both feelings that decide your true relationship. you can tell the whole world that you don't have any relationship with her, but as long as you have a love for each other, you have special bond afterall, that's it. there are many ways to call them: break up, need space, need time to be alone, better in our own ways, hahaha. afterall, when you still have the same feeling, you will absolutely search for the same old, comfortable, lovey-dovey relationship, again. once I cross your pathwa...

could it be?

Image
 hi, grey sedikit lupa jalan pulang kehilangan diri, rasa, dan pena untuk menulis banyak hal yang terjadi di awal tahun ini. baik yang diduga maupun tidak sama sekali. harapan tahun lalu yang tidak menjadi nyata, sudah mulai direlakan. samar-samar dan tergantikan di tahun ini. is it about love dy? maybe. tapi aku pikir ada hal yang lebih bisa dipahami dari sekadar itu. jadi inilah, aku, do some journaling I guess. hanya ingin menumpahkan yang terlintas di pikirku akhir-akhir ini. bahwa orang datang dan pergi. beberapa harus pergi, memilih pergi, sebaiknya pergi, atau terpaksa pergi. tapi terlepas dari siapa dia, apakah orang yang tepat, apakah cukup baik, ada hal yang lebih dari itu. sepertinya pikiran ini perlu sedikit di-refresh dan tidak terjebak dari one single stupid boring question yang itu-itu saja.  bahwa tiap tamu yang datang dalam hidup kita perlu disambut dan dipersilakan (sekalipun sebatas di pendopo). dan percaya bahwa di setiap tamu selalu ada kebaikan yang dapat...

kejar

pada masanya kita perlu berhenti sejenak. setelah merasa hidup kejar-kejaran. bertahun-tahun mengejar, lalu setelah dapat ganti kita yang dikejar. mungkin karena "kejar-kejaran" itulah kita seakan memberlakukan sistem yang sama pada kamu dan aku. untuk apa? padahal tidak perlu ada mengejar dan dikejar. hanya, mungkin kita kebetulan bertemu di satu persinggahan yang sama saat sama-sama memutuskan berhenti sejenak dari hidup yang tak henti mengejar/dikejar itu. don't run away  please.. ada saatnya sendiri nanti untuk kembali pada kejar-kejaran yang melelahkan itu. kini kuharap kita bisa menjadi "pulang" satu sama lain, yang jika itu terjadi tak lagi merasa perlu mengejar dan abai pada segala lain yang mengejar pada masanya kita perlu berhenti sejenak. untuk merasakan apa yang disebut istirahat. dan mempertimbangkan kembali apakah perlu memainkan kejar-kejaran lagi. mungkin jika aku menemukanmu, kuharap benar-benar tidak perlu mengejar dan dikejar. entah sudah cuku...

rindu #2

kembali pada suatu rangkaian waktu, mungkin pada suatu sore yang cerah, di kota yang cantik. ya, aku pernah sampai di sana kala itu. jalan-jalan berdebu, bertabur dedaunan kering suara gitar dari kejauhan dan nyanyiannya langit biru, dan semburat jingga yang isyaratkan senja kan datang atau suatu pagi yang malas, berlari untuk mengusir penat, sekadar menyambut mentari saat dia terbit tanpa terlambat mengamati orang-orang dengan gaya masing-masing dengan beriring musik, atau menikmati suara-suara yang riuh atau mungkin hari berhujan kadang rintik cantik atau gerimis manis berlari-lari di bawah hujan atau menikmati derai air di tepian sambil menikmati kudapan, atau hanya mengamati waktu berlalu atau saat di ruang-ruang dingin menyibukkan diri dengan dunia berlomba dengan kebodohan diri berbagai ekspresi, dan semangat yang dipaksa-paksakan selalu ada hal-hal untuk dirindukan entah berbatas waktu atau jarak atau bahkan sekadar angan-angan selalu ada kamu di memori demi memori berjalan sela...