Posts

Showing posts with the label life

kejar

pada masanya kita perlu berhenti sejenak. setelah merasa hidup kejar-kejaran. bertahun-tahun mengejar, lalu setelah dapat ganti kita yang dikejar. mungkin karena "kejar-kejaran" itulah kita seakan memberlakukan sistem yang sama pada kamu dan aku. untuk apa? padahal tidak perlu ada mengejar dan dikejar. hanya, mungkin kita kebetulan bertemu di satu persinggahan yang sama saat sama-sama memutuskan berhenti sejenak dari hidup yang tak henti mengejar/dikejar itu. don't run away  please.. ada saatnya sendiri nanti untuk kembali pada kejar-kejaran yang melelahkan itu. kini kuharap kita bisa menjadi "pulang" satu sama lain, yang jika itu terjadi tak lagi merasa perlu mengejar dan abai pada segala lain yang mengejar pada masanya kita perlu berhenti sejenak. untuk merasakan apa yang disebut istirahat. dan mempertimbangkan kembali apakah perlu memainkan kejar-kejaran lagi. mungkin jika aku menemukanmu, kuharap benar-benar tidak perlu mengejar dan dikejar. entah sudah cuku...

ada waktu

ada waktunya, untuk merasa tenang, terlepas dari apakah keadaan benar-benar setenang itu. saat jiwa dan raga sepakat untuk menerima saja segala yang datang, secara lahir maupun batin. ingatan tentang masa lalu banyak-banyak buat bersyukur. momen demi momen yang silih berganti, emosi-emosi yang naik dan turun, bagaimana kalau sebaiknya kita ambil pelajaran? mungkin dengan memaafkan, semua orang, yang lalu, bahkan yang akan hadir, terutama diri sendiri. sebab memaafkan adalah suatu titik balik, untuk kembali merasai diri ini. meraih kembali rasa tenang. ada waktunya, untuk beristirahat tanpa harus merasa ini dan itu terhadap dia atau mereka. cukup duduk tenang, mungkin sedikit obrolan dengan satu atau dua. tanpa perasaan yang sulit. tanpa harus berpikir tentang definisi hidup dan sebagainya. hanya perlu media, untuk becermin, untuk memuntahkan segala isi pikir, untuk kemudian sekali lagi bersyukur, jadikan pelajaran. terdengar klasik, but why not? pada akhirnya yang semua orang butuhkan ...

how much

How much are you? I don't mean to be rude. But, really, how much are you?  pay for something with money everything is about money, as if we live for it. no, actually. no, we live for something that we must afford, with money. correct me if I'm wrong, I don't care. look at you. I mean right now. what you wear, any clothes you wear in one time. I sometimes do that. from the T-shirt, trousers, skirt, jackets, robe, veil, shoes/slippers, even underwears. how I got it? sometimes I bought, sometimes I got. for T-shirt the second one I think the most often. you know I rarely buy T-shirt. better I buy shirt or some unique clothes. I can get T-shirt from anywhere, like from an event. besides, I usually only wear T-shirt as my sleeping clothes, or when jogging if it's long sleeve. so most of my T-shirts are free. lol okay that's only one example. you can do the same with others. then, I sum them all to get the exact number and it surprise me sometimes. why? it's barely ch...

menyampaikan perasaan

Image
bersinggungan dengan hidup banyak orang seringkali melibatkan kita dalam perasaan-perasaan, dan kita bingung harus menyampaikannya atau tidak. penyampaian perasaan ini bisa berarti sempit dengan mengatakannya. dalam arti luas, penyampaian ini dapat berupa gesture, sikap, penghargaan, atau cacian. entahlah, apakah penting untuk membiarkan objek perasaan kita itu mengetahui tentang perasaan kita padanya? apa yang kita harapkan atau hindari jika dia mengetahui perihal perasaan ini? aku dibesarkan dalam keluarga yang menurutku minim pengungkapan perasaan. bahkan aku tak ingat kapan terakhir ada kata-kata "sayang". oke mungkin tidak perlu menuntut hal senyata itu, atau bahkan pelukan, yah hal-hal semacam itu. bahkan aku tak juga ingat kapan terakhir bercerita tentang pengalaman atau perasaanku pada ibuku sekalipun. bahkan juga segala yang dilakukan di keluarga terasa bagai rutinitas dan kewajiban saja. entahlah. well, menurutku itu tidak sehat. tapi coba kita lanjutkan dulu. perte...

rindu

Image
kupikir kita akan selalu menjadi perindu. (oh, aku sedang membicarakan orang kebanyakan, jangan marah) bagaimanapun keadaan kita saat ini, kita selalu merindu. lihat saja, ditahan di rumah, kita rindu keluar, rindu bertemu teman-teman, rindu jalan-jalan. apa sudah lupa beberapa waktu lalu ketika masih bebas berkeliaran, dituntut ini itu oleh dunia, kita mengeluh lelah dan selalu rindu untuk menghabiskan waktu di rumah saja beristirahat. hidup memang butuh keseimbangan, benar. kita manusia memang fitrahnya untuk tidak pernah puas, itu juga benar. tapi benar juga bahwa sebenarnya kita punya kontrol untuk itu, jika kau sadari. kita yang bertanggung jawab untuk menciptakan keseimbangan itu. Allah sudah menciptakan semuanya lengkap. hanya kita mau mengambil di saat yang tepat atau tidak. kita selalu merindu. sebab selalu ada yang tidak ada dalam hidup kita dalam satu waktu. dan seringnya kita melupa apa yang ada, tidak selalu ada di waktu yang lain. jadi kita harus bersyukur. lalu dengan be...

harapan

Image
segala hal yang hidup membutuhkan amunisi, kau tahu. mobil membutuhkan bahan bakar, TV membutuhkan listrik, manusia membutuhkan makanan, raganya. untuk jiwanya, mereka membutuhkan: harapan. harapan ini itu dalam hidup. menunjukkan eksistensi kita, bahwa kita masih hidup dan masih ingin hidup esok hari untuk mengerjakan segala rencana kita, dengan tidak lupa untuk menyediakan semacam ruang penerimaan untuk segala kemungkinan. kita boleh berharap tentang pasangan yang sempurna tanpa cela, mengerti dan menerima kita apa adanya. tentang hubungan jangka panjang yang penuh cinta. tapi kita juga boleh menyediakan ruang penerimaan seluas-luasnya untuk kenyataan jika pasangan kita bukan seperti mau kita. mungkin lebih sempurna dengan ketidaksempurnaanya, untuk kemudian kita sempurnakan nantinya. bahkan saat bertemu seseorang itu, kita boleh berharap untuk dapat mencintai dan menerima balasan atas cinta yang sepenuh hati. tapi kita juga boleh menyediakan ruang untuk jika ada waktunya kita tersak...

syukur

selalu ada yg dapat disyukuri dari setiap bagian perjalanan, termasuk yang kita saat ini sedang jalani. sejak 18 Maret lalu, sudah hampir sebulan rasanya aku mengurung diri di rumah. yah, tidak bisa benar-benar mengurung diri. tapi aku tidak seberapa mengeluh akan hal ini. setiap aku ingat beberapa hal yang membuatku rindu akan hal ini dan itu, seketika kutepis bayangan itu untuk menyadari bahwa jauh lebih banyak yang bisa disyukuri dari semua ini. pertama aku bisa "libur". ingat kan yang pernah kukeluhkan beberapa saat lalu. aku lelah hingga berharap untuk cuti saja. tidak sungguh-sungguh sebenarnya. tapi sungguh aku mengadu pada-Nya tentang kelelahanku. aku tahu ini memalukan tapi aku memang selemah itu. aku tidak bohong kali ini. untuk bisa bertahan saja benar aku sangat bersyukur. karena libur adalah milik pulang. aku pulang. di Ciputat sih. but still, aku pulang. di sini aku dapat beristirahat dan memaknai libur dan istirahat. mengintip kesibukan orang-orang dari ujung j...

koas: hidup-mati

satu stase terbaik di perkoasan sejauh tiga bulan pertama ini. semacam mengerti kehidupan, kematian, bagaimana "mempermainkannya", dan di titik tidak mampu berbuat apa-apa dengan kematian. aku melihat bayi biru yang perlahan berubah jadi merah itu, dia pun berjuang, dia ingin hidup, memperjuangkan kehidupannya. andai manusia-manusia dewasa ini tahu perjuangan itu, sedang mereka seringkali bermain-main dengan hidupnya.  ini adalah stase pertama yang aku dapat giliran jaga. suatu hari aku dapat giliran jaga di ruang operasi. operasi yang kuikuti adalah operasi darurat cesar pada pasien eklamsia. kebetulan dia juga memiliki keterbelakangan mental, jadi setengah sulit juga menenangkannya sebelum diinduksi bius. ternyata mengeluarkan fetus dari perut tidak begitu membutuhkan waktu lama, meski sang bayi itu tidak langsung menangis, beberapa dokter sambil membersihkannya dan memberikan rangsang diiringi detak detik demi detik. sebab jika tidak juga menangis perlu penanganan yang leb...

koas: kesan pertama

Image
coass life. I never imagined to be in this stage before, finally. but now I'm so grateful. to survive from the sorrow, anger, cry, hopelessness, all that tiring emotion. I've passed, I've been graduated, and now. I've told you I never be the chosen one. so here I am, following the stream. something I hate before, really. maybe people change. maybe people learn from something, and the understand. so do I. not all my ideology work here in this system.  my first department in this professional study is radiology. really, it is a black-white world. believe me, my eyes burning in the third week. I need to nourish my eyes with green of nature to be able to see the beautiful of this world again. alhamdulillah, my three-weeks-of-black-white finally over. still, I see many things in this hospital, although radiology department is only "that spot" and seldom meet patients. still, people are too crowd so I could always see even something I don't intend to. aku belaja...

the wedding

Image
"bagaimana kamu memaknai sebuah pernikahan?" tanyamu di suatu sore malu-malu. hm, bagaimana jika dimulai darimu. bagiku... pernikahan itu menyatukan, antara dua hati, antara dua insan, dua keluarga, dua bangsa, mengkompromikan semua urusan, tentang rencana-rencana jangka panjang, harapan-harapan tentang masa depan. pernikahan itu sakral, momen sekali seumur hidup. wajar jika banyak dari (masa kecil) kita yang menginginkan pesta yang mewah untuk pernikahan. meski seiring mendewasa lalu terpikir untuk menyederhanakan saja semua dan lebih visioner pada kehidupan setelahnya. pernikahan itu harapan. saat menikah, bolehlah kupikir untuk berharap tentang ini dan itu, banyak sekali. kehidupan setelah menikah memang penuh rencana-rencana, membuka peluang-peluang, apalagi untuk tahu bahwa tidak lagi sendiri menghadapi semuanya. harapan kan? pernikahan itu check point, memasuki babak baru kehidupan. level up! banyak sekali hal baru yang bisa dipelajari, tantangan-tantangan yang menanti,...

jarak

mempelajari jarak untuk saat ini, aku tidak sedang membicarakan tentang perkalian kecepatan dengan waktu. itu ada di buku sekolah SDmu. tidak pula saat kamu menawarkan besaran yang diukur dengan pendek-panjang dekat-jauh. itu yang biasa tukang ojek tahu. atau mungkin kau pernah mengatakan jarak dalam satuan waktu. ah itu bergantung dengan apa kamu menempuh. sebab tak kan jauh jika kita memakai pesawat, atau meminjam pintu ke mana saja seperti katamu. bukan bukan itu. akan kucoba kisahkan versi lain tentang jarak yang kutahu. tapi sebelumnya izinkan aku bermelankoli dahulu. sebab untuk berpuisi denganmu aku sering tersipu malu. jarak pertama: jarak dengan Tuhan kita. meski lebih sulit mencari alat untuk mengukurnya. hanya perlu mempertanyakan hati kita saja seberapa peka. sangat butuh rasanya terus-terus mendekat pada-Nya. sejauh yang kita bisa. dan kita akan terus mencoba. kan? hal ini layaknya mengukur-ukur jarak kita dengan surga-neraka. jarak masa. menarik juga kupikir mengartikan d...

vitamin #2

Image
terkadang being medstud mengharuskanku memiliki curiosity yang tinggi dan semacam "tanggung jawab" untuk menjawabnya. afterall bukankah kita memang harus tabayyun? jadi kucoba menjawab sendiri tanyaku terkait vitamin C yang kemarin kukonsumsi saat cold. kenapa sih ada yang menyarankan untuk minum vitamin C ketika kurang enak badan? anehnya memang aku merasa lebih baik setelah dua hari saja minum vitamin C. kuncinya di sini adalah imun, atau daya tahan tubuh. aku akan coba menjelaskan di sini, kuharap tidak berbelit dan mendekati kebenaran. sistem imun kita terdiri dari berbagai lapis. lini pertama di kulit, lapisan terluar tubuh. di sana juga ada kelenjar yang siap mengeluarkan substansi misalnya keringat, minyak, asam lambung, air mata, yang mencegah si penyerang untuk masuk. kemudian dari sana makin ke dalam jadi ada sel-sel yang berpatroli, ada juga yang siap memancarkan radar kalau-kalau ada penyerang yang bandel. ada yang berjaga di pos, menerima sinyal, lalu memberikan ...

vitamin #1

Image
terbesit untuk menulis tentang dunia medis sesekali hehe kebetulan beberapa hari yang lalu aku terkena common cold sepertinya. mungkin terpapar si keponakan kesayangan pada jarak yang dekat dalam waktu yang lama, sehingga si virus dengan senang hati berpindah inang. ("baguslah, nak") aku bukan orang yang suka memasukkan benda asing - katakanlah obat - ke dalam saluran pencernaanku, termasuk saat aku sakit. ya, aku belajar, aku mengerti, dan mencoba mengerti apa yang terjadi pada tubuhku jika aku merasa tidak nyaman. jadi kalau cuma common cold biasanya kubiarkan saja. you know it's a self-limiting-disease. kuharap tidak perlu khawatir berlebihan. kupikir saat tubuh memberi sinyal seperti itu artinya dia meminta lebih perhatian kita. artinya kita sangat butuh untuk mempertimbangkan tidur panjang, menjaga jenis jumlah dan jadwal makan, minum banyak-banyak air, dan jaga kebersihan. jadi kita harus mafhum bahwa yang kita lakukan selama ini merupakan kedzaliman yang kronis pad...

bagaimana?

Image
jahat kau bilang, ketika kusodorkan kembali buku yang sudah kau putuskan untuk kau tutup dua tahun yang lalu itu kupungut kembali kemarin sore dari suatu bilik "bagaimana?" tanyaku kutawarkan kembali untuk kau menulis kembali di sana. kali ini tidak kuizinkan kamu sendiri aku, di sini, menemanimu "bagaimana?" hati tidak bisa memilih kepada siapa dia dijatuhkan. dia tidak peduli dengan logika yang selalu menuntut dinomorsatukan. tidak peduli dengan yang seharusnya ini dan itu. benar, ketika hati menjatuhkan pilihan seolah semesta harus mengalah untuk sementara. seperti halnya aku, yang menjadi tak berkutik ketika tiba-tiba hatiku jatuh kepadamu. halaman belakang waktu selalu menjadi saksi yang mengiringi bagaimana permainan ini berlangsung. bagaimana awal aku dan kamu, bagaimana duniamu selalu di atasku dan aku yang hanya bisa memandangimu dari sudut yang sini saja. bagaimana kamu selalu lebih hebat di mata dunia daripada aku. tentu saja, lagi-lagi aku hanya bisa mem...

KKN (Kuliah Kerja N...)

Image
ada yang menyelinap di tengah mereka yang liburan di sela-sela masa remedial kala usai lebaran hmm KKN... meninggalkanmu, seperti kembali ke gemerlap dunia. meninggalkanmu, meninggalkan kedamaian ala desa yang tiada tanding. meninggalkanmu, ah kita hanya seminggu, tapi justru aku menemukan keindahan dalam sesaat. mendengarkan gemericik air sungai yang membuat kita sesaat melupakan waktu, memutar kembali ingatan-ingatan yang seringkali memudar dimakan masa, aliran alam yang memanjakan mata dan perasaan kisah ini memutarkan sebelas manusia di sisi lain kemeriahan Jatinangor, mencoba bertahan sambil mempertahankan senyuman di hadapan mereka yang menyambut dengan keramahan yang asli tanpa polusi. gemerisik daun bambu membuai, mengalunkan bisikan-bisikan yang hanya kau yang peka akan mengerti. ada damai yang jujur, ketulusan hidup bersama, kesadaran penuh tentang hidup yang sebenarnya. malam demi malam, permainan demi permainan yang suka kita adukan demi membunuh sepi dan menciptakan gurau ...

wanita patah hati

Image
aku ini wanita, sang wanita patah hati, menari-nari memeriahkan tangis dalam dada akulah yang sendiri tak peduli pada mereka yang berbahagia tak peduli apakah aku baik-baik saja aku wanita patah hati tak akan orang mengerti tak mau lagi aku wanita patah hati hatiku patah dan tersisa benci benci pada hati-hati yang tega patah hatiku sudah dunia bilang aku parah tapi apalah aku hanya wanita sang wanita patah hati like the sun, we always have hope Orang bilang penyembuh sakit hati adalah waktu. Seiring waktu berlalu, pun sakit hatimu. Membuka diri untuk kesempatan-kesempatan baru selagi menunggu hati merestorasi dirinya sendiri. Mana tahu, ada hati yang lebih indah yang setia menanti(hati)mu untuk siap lagi.

mimpi

Image
Jika aku menjadi ... ... tuan putri dari kisah yang diimpikan gadis – anak pengamen yang kutemui kemarin sore. Semua orang berhak, sangat boleh untuk bermimpi. Mimpi, suatu dunia yang kita bisa jadi (si)apapun yang kita mau. Tentu saja, selalu ada langit di atas langit. Dan setiap kita memiliki keinginan untuk suatu yang lebih baik dari keadaan kita sekarang. Menginginkan suatu kedudukan, kekuasaan, pencapaian, pengakuan, hal-hal duniawi lainnya, yang meski kelak kita sudah dapatkan pasti akan melahirkan juga mimpi-mimpi lain. Agar kita tidak kehabisan alasan untuk terus hidup, berjuang, dan memperjuangkan entah apapun itu yang berhak diperjuangkan. Tentu saja, tidak ada yang menyalahkan kita untuk bermimpi. Hanya saja kita seringkali lupa akan hal-hal lain : perihal manusia – kemanusiaan. Siapa kita? Untuk apa semua mimpi-mimpi itu kelak? Singkatnya, mimpi-mimpi itu nyatanya tidak bisa dan tidak boleh seegois mimpi itu sendiri. Dan hal-hal lain itu mungkin sejelas mentari pagi, ada da...

pulang

Image
pulang kembali bukan sesederhana menempuh jarak ratusan km bukan pula sebagai tradisi tahunan atau sekadar "sudah selayaknya" pulang kembali menjadi yang lalu membuka kotak demi kotak masa lalu ini bukan Pandora, kuperingatkan kau meski terkadang ada konsekuensi setiap kali kucoba ada perasaan-perasaan yang layaknya menyesap kafein satu kotak berarti memicu rayuan untuk membuka kotak lainnya ini benar-benar kokain yang nyata yang mengakhirkan perasaan hampa pulang kembali selalu aku ingin pulang kupikir kau pun juga ( ide bagus kah untuk pulang bersama? ) menyusuri lagi jejak-jejak masa kecil yang jauh pulang kembali selalu aku ingin pulang selagi masih ada "pulang" untukku tapi bukankah selalu ada pulang, sebab itu kita diberi waktu yang cukup singkat untuk berbekal? bukankah pulang itu selalu ada, agar kita ingat esensi kehadiran aku kau dan mereka? semoga kita ingat jalan semoga kita ingat ke mana setelah ini semoga.. semoga kita bisa saling menguatkan dan mengin...

childhood

Image
I don't like children indeed, however I learn much from children. I think sometimes we need to use their paradigms. (maybe this is why I am little bit childish (~sigh)) di sela-sela hari yang sibuk, aku selalu menemukan celah, ketika pikiranku bebas berkelana. entah dengan bernyanyi, memikirkan materi kuliah hari itu, memikirkan masa depan, mengenang masa lalu. di antara semua itu, bagian terakhir adalah yang paling paling.. itu hanya perasaan penutup yang membuatku tersenyum, atau berteriak malu, atau memilih berpaling saja. baiklah, aku ingin bercerita mengenai masa kecilku. hanya segmen kecil dari masa kecil, yang hanya sebagian kecil orang tahu. satu saat yang disuka oleh seorang dyah prabaningrum di masa kecilnya adalah saat ada arisan atau selamatan di rumah, entah di rumah orang tua atau di rumah simbah yang ada di belakang rumah. bagiku sama saja. sebagai anak kecil yang hanya mengganggu kalau ikut "membantu" di dapur, aku lebih suka bermain saja sebab ada objek b...

Januari

Image
how I describe January? yang jelas bulan ini punya banyak rasa di dalamnya. belum selesai rasa yang satu sudah diserang dengan rasa yang lain. cemas gundah stress lega bingung lelah haru marah bersyukur jatuh hati sampai... patah hati. apapun itu, waktu mendewasakan. Allah adalah pembuat skenario terbaik. Dia jatuhkan, lalu bangunkan. aku memang rapuh. dia ambil milik-Nya, lalu berikan ganti. aku selaku manusia sering sok tahu dan memilih untuk merana sendiri padahal Allah selalu lebih tahu yang terbaik. hingga saat aku bisa bangun lagi, menghadapi lagi segala uji-ujian yang harus kuselesaikan. termasuk, ujian perasaan. ~dy