Posts

Showing posts with the label scratch

sudut malam

menemuimu di suatu malam menyediakan suatu sudut yang sama-sama kita sukai dengan alunan musik mendamaikan dan tak lupa secangkir minuman hangat masing-masing cokelat panas untukku dan teh hangat favoritmu yang harum menemuimu untuk sebuah malam mengamatimu lekat-lekat gurat wajah lelahmu, senyum lebarmu gestur semangatmu bagai asing, jauh, usang. aku di sini menemuimu di sudut malamku, menyapamu sebab menyelamu di kala siang tidak mungkin sebab kamu adalah milik duniamu dan kumiliki sudut ini untuk kamu menitipkan kisahmu keping demi keping menemuimu lagi malam ini bersiap dengan balik duniamu bersiap dengan apapun celotehmu mimpi-mimpi hebatmu keluh kesahmu kawanmu kamu "dunia parah" katamu "terlalu banyak bercanda. berputar-putar di lingkaran yang sama tertawa dan melupa, hidup ini untuk apa mencapai bahagia entah yang mana." lalu, kusiapkan suatu cerita pada suatu malam cerita biasa sebenarnya, sayang namun kuyakinkan kau aku tidak bercanda. tentang badut-badut ...

sore ini

sore ini, memenjarakan raga ini di kamar tanpa menghabiskan sore denganmu berjalan-jalan ke mana saja sudut-sudut kota sore ini, memainkan cerita-cerita lama mengenang dan memaknai hadirmu tanpa memikirkan ruang bertemu untuk menikmati bergulirnya waktu sore ini, tidak seperti sore-sore yang telah lalu setengah tahun ini yang tak pernah kosong dari kebersamaan denganmu aku sendiri, mengisi waktu dengan diri sendiri sore ini, kurasa sudah lama tidak merasakannya menikmati lagu-lagu indie menikmati komedi orang-orang layaknya sore yang kurindukan sore ini, kupikir aku kalah. beribu alasanku mengelak, namun benak tidak juga menghindar dari ingatan tentangmu sore ini, kuakui aku merindukanmu Sukajadi, menjaga memori-memori denganmu ~dy

jarak

mempelajari jarak untuk saat ini, aku tidak sedang membicarakan tentang perkalian kecepatan dengan waktu. itu ada di buku sekolah SDmu. tidak pula saat kamu menawarkan besaran yang diukur dengan pendek-panjang dekat-jauh. itu yang biasa tukang ojek tahu. atau mungkin kau pernah mengatakan jarak dalam satuan waktu. ah itu bergantung dengan apa kamu menempuh. sebab tak kan jauh jika kita memakai pesawat, atau meminjam pintu ke mana saja seperti katamu. bukan bukan itu. akan kucoba kisahkan versi lain tentang jarak yang kutahu. tapi sebelumnya izinkan aku bermelankoli dahulu. sebab untuk berpuisi denganmu aku sering tersipu malu. jarak pertama: jarak dengan Tuhan kita. meski lebih sulit mencari alat untuk mengukurnya. hanya perlu mempertanyakan hati kita saja seberapa peka. sangat butuh rasanya terus-terus mendekat pada-Nya. sejauh yang kita bisa. dan kita akan terus mencoba. kan? hal ini layaknya mengukur-ukur jarak kita dengan surga-neraka. jarak masa. menarik juga kupikir mengartikan d...

kereta

Image
kita semua sedang menaiki kereta. membelinya dengan waktu, membayarnya dengan kenangan, dan kembalian berupa kesempatan. kita semua sedang menaiki kereta. menyapa dengan sebungkus salam, akrab bersama secangkir basa basi, dan tenggelam dalam kebisingan yang sunyi. kita semua sedang menaiki kereta. melupakan yang tertinggal, meninggalkan yang terlupa. kita semua sedang menaiki kereta. kita merayakannya dengan syukur. Jatinangor-Bandung, 6 September 2018 ~dy yang terhormat angin malam, tolong sampaikan padanya. aku menyukai keheningan yang kami ciptakan. aku menyukai bincang sunyi yang damai. aku menyukai memandanginya dari satu sudut ini. ya, tolong sampaikan. sebab waktunya terlalu mahal untuk sempat mendengarkanku. sementara keretaku tetap terus melaju.

the end

Image
maybe I've been crazy. maybe you are right this far. maybe you are that evil. I don't even know who you are. instead, I insisted too much maybe, maybe this time I should go. no more waiting, no more wishing. I should, this time, wake up. let Allah make it all clear, with His very own way. let's goodbye then. to all those passed. you with your own life, and me with mine. let's end this then I'm gonna find the new me. I hope this time I'm right. I hope I am fine, so (of course) you are. Buahbatu, 30 Juli 2018 "this is my decision" ~dy Jogja, where the broken heart home.

KKN (Kuliah Kerja N...)

Image
ada yang menyelinap di tengah mereka yang liburan di sela-sela masa remedial kala usai lebaran hmm KKN... meninggalkanmu, seperti kembali ke gemerlap dunia. meninggalkanmu, meninggalkan kedamaian ala desa yang tiada tanding. meninggalkanmu, ah kita hanya seminggu, tapi justru aku menemukan keindahan dalam sesaat. mendengarkan gemericik air sungai yang membuat kita sesaat melupakan waktu, memutar kembali ingatan-ingatan yang seringkali memudar dimakan masa, aliran alam yang memanjakan mata dan perasaan kisah ini memutarkan sebelas manusia di sisi lain kemeriahan Jatinangor, mencoba bertahan sambil mempertahankan senyuman di hadapan mereka yang menyambut dengan keramahan yang asli tanpa polusi. gemerisik daun bambu membuai, mengalunkan bisikan-bisikan yang hanya kau yang peka akan mengerti. ada damai yang jujur, ketulusan hidup bersama, kesadaran penuh tentang hidup yang sebenarnya. malam demi malam, permainan demi permainan yang suka kita adukan demi membunuh sepi dan menciptakan gurau ...

wanita patah hati

Image
aku ini wanita, sang wanita patah hati, menari-nari memeriahkan tangis dalam dada akulah yang sendiri tak peduli pada mereka yang berbahagia tak peduli apakah aku baik-baik saja aku wanita patah hati tak akan orang mengerti tak mau lagi aku wanita patah hati hatiku patah dan tersisa benci benci pada hati-hati yang tega patah hatiku sudah dunia bilang aku parah tapi apalah aku hanya wanita sang wanita patah hati like the sun, we always have hope Orang bilang penyembuh sakit hati adalah waktu. Seiring waktu berlalu, pun sakit hatimu. Membuka diri untuk kesempatan-kesempatan baru selagi menunggu hati merestorasi dirinya sendiri. Mana tahu, ada hati yang lebih indah yang setia menanti(hati)mu untuk siap lagi.

selamat pagi, malam

Image
selamat pagi, malam maafkan aku baru terjaga untuk menyapamu aku baru terbangun dari mimpi-mimpi panjang yang semu tentang dikte a b c dari orang-orang sampai terkadang harus melupakan sisi manusiaku selamat pagi, kuharap malam masih menyisakan ruang untukku menyembunyikan cuilan kisah sebab seringkali kutemukan diriku kesepian ditelan hingar bingar hingga aku kehabisan kata aku ingin berteriak, aku ingin didengar, tanpa harus berpikir dengan tata bahasa apa aku menyampaikan wahai malam, mungkin kau bisa aku mencintaimu, malam meski orang bilang malam itu jahat karena bagiku yang jahat itu mereka begitu kan cinta, selalu ingin dibenarkan dan menyalahkan yang lain kurasa itu impas hhhh. . .  . selamat malam, pagi kurasa tiba waktunya aku harus bersiap membuat harapan-harapan alasan untuk bertahan aku mencintaimu malam, percayalah tapi aku lebih merindukan pagi aku merindukan asa selamat malam, semoga bisa menyapamu lagi suatu nanti (masih) Jatinangor, ~dy

pulang

Image
pulang kembali bukan sesederhana menempuh jarak ratusan km bukan pula sebagai tradisi tahunan atau sekadar "sudah selayaknya" pulang kembali menjadi yang lalu membuka kotak demi kotak masa lalu ini bukan Pandora, kuperingatkan kau meski terkadang ada konsekuensi setiap kali kucoba ada perasaan-perasaan yang layaknya menyesap kafein satu kotak berarti memicu rayuan untuk membuka kotak lainnya ini benar-benar kokain yang nyata yang mengakhirkan perasaan hampa pulang kembali selalu aku ingin pulang kupikir kau pun juga ( ide bagus kah untuk pulang bersama? ) menyusuri lagi jejak-jejak masa kecil yang jauh pulang kembali selalu aku ingin pulang selagi masih ada "pulang" untukku tapi bukankah selalu ada pulang, sebab itu kita diberi waktu yang cukup singkat untuk berbekal? bukankah pulang itu selalu ada, agar kita ingat esensi kehadiran aku kau dan mereka? semoga kita ingat jalan semoga kita ingat ke mana setelah ini semoga.. semoga kita bisa saling menguatkan dan mengin...

selamat pagi

Image
the first words you like to say to me, everyday. pagi adalah serentetan waktu yang pertama kali kau sapa setiap awal hari. jadi yang pertama menyambutmu dengan harapan dan yang mengharapkan senyuman pertamamu. kalau ada dua waktu yang kusuka, itu adalah pagi dan senja. sebab malam terlalu kejam dan siang terlalu jalang. tapi senja yang sendu itu seringkali terlewat karena aku selalu sok sibuk dan enggan melirik semburat-semburat jingga yang mulai mahal tersingkir oleh gedung-gedung yang angkuh. sedangkan pagi? hm sulit untuk melewatkan pagi lalu berpura-pura tidur. sulit untuk membujukku mengabaikan sejenak udara dingin yang membelaiku dengan sunyi. pagi itu yang setia mendengarku bercerita dengan manja. membiarkanku terbuai dengan kesunyian. yang menerbangkan mimpi dan angan. menenangkan. di balik keheningan dan misterinya, di sana aku suka bersembunyi. menitipkan serpihan-serpihan diriku, yang tak mungkin kau temukan. sebab aku pun sering lupa di mana menyimpannya. pagi. menyukai pag...

lost the moment

Image
I lost the moment. for the time we spent together. for every moment we have. I remember them all more than in my memories, I keep it in deep my heart. always and always, I do. but I lost it, I just see. I lost the moment, when I should be me in where I was. recalling all my memories. sometimes it hurts, to watch the scenes one by one. to realize in what dimension I am, my brain is limited to understand in which part of past I was. di suatu hidup seseorang, di perjalanan waktunya, siapapun. selalu ada momen-momen tertentu yang berharga mungkin hanya bagi pemiliknya. untuk "hidup" di moment-moment yang tepat, adalah pilihan yang seringkali kuabaikan. menyaksikan moment orang lain dan justru "hidup" di sana menjadikan sepercik penyesalan. Dusun Bambu "live the moment" ~dy

hujan, kamu, dan kesendirianku

Image
Hujan, aku tak mengerti bagaimana air yang jatuh saja bisa menyihir udara sekitarnya, menjadi lebih syahdu, atmosfer penuh cinta, dan dalam. Kau dan hujan. Seringkali aku tak mengerti mengapa sering mengaitkanmu dengan hujan. Apa miripmu dengannya? Hm, mungkin sama-sama bisa menciptakan suasana yang menyenangkan. Seperti kali ini, tiba-tiba saja kurasakan dopaminku meningkat hanya dengan bersamamu menghabiskan waktu di sisa senja. Aku tak mengerti, air jatuh saja bisa membuatku jatuh hati, merindukannya. Kamu tahu hal yang paling menyebalkan dari jatuh hati adalah rindu. Orang bilang rindu itu indah, namun sering pula itu hanya gejolak perasaan yang aneh ketika kita menginginkan sesuatu untuk datang. Sesuatu, yang identik dengan bagian dari masa lalu. Kau, yang pada masa kini merupakan bagian dari masa laluku. Wajar mungkin untuk merasa rindu, apalagi rindu kepadamu bukanlah hal yang sulit dilakukan. Hujan seperti ini, yang semakin membuatku tak tahan menyembunyikan rasa rindu ini. Men...

waiting

Image
Tell me the truth, is the rain waiting until the sun disappear? or he is waiting for the rainbow to be prepared? Tell me the truth, can I go back the time? or can I feel the same like those we were feeling together? tell me, if there is still a train that can bring me back to that time Future is much frightening tell me, can I take my rain back? although we must wait for the rainbow take its colors colors of sky at those mesmerizing times

hujan di pagi hari

Image
ada satu hujan, namanya hujan di pagi hari. pagi pagi bulan Januari. percuma katanya. sebab pada Januari orang sudah tidak peduli. Januari bukan bulan yang melankoli, atau tempat puitisasi cerita basi. tidak ada cerita berhujan yang syahdu di Januari. Januari adalah Januari. dinanti mungkin, tapi hanya satu pada detik pertamanya. lalu orang merayakan entah apa. mungkin sebuah ironi. tapi pagi ini hujan tetap turun. pagi-pagi waktu kumengintip ke balik jendela, di suatu Januari. dia turun. sangat pelan, sangat rahasia, seakan takut membangunkan manusia yang terlelap. pagi ini hujan turun, makin lama makin deras. tidak mau peduli pada orang yang juga makin tidak peduli. sebab katanya dia turun bukan untuk mereka. dia turun untuk orang yang menantinya. pagi ini di antara hujan yang menari, aku melaju bersama keretaku. tidak peduli pada mereka yang tidak peduli. aku bukan hidup untuk orang seperti itu. aku ada untuk yang menantiku, mengharapku, dan menyayangku. aku yakin orang-orang sepert...

Desember #3

Image
Hai. Desember versi baru tahun ini Hai. akhirnya. tiba juga di bulan Desember. bulan yang selalu jadi penantian 11 bulan Desember. sendu, akhir, jumpa, pisah, haru. kau tahu? tertatih aku mencapaimu. bergelut dalam segala permainan perasaan. aku benar-benar bersyukur bisa menemuimu. juga orang-orang yang sepertimu. akhirnya Desember adalah waktu perjumpaan pun perpisahan waktu perayaan dan perenungan scene demi scene dari masa lalu seperti sudah lama tapi baru (atau sudah) setahun yang lalu. orang datang dan pergi. seperti waktu yang terus berlalu tak lain dari sementara karena keabadian hanya ada di dongeng belaka orang datang dan pergi begitupun aku. hadir lalu meninggalkan, berpisah lalu bersua lagi. entahlah, Desember. aku lelah penat rupanya. permainan yang kita mainkan tahun ini sangat menguras tenaga, pikir, dan perasaan aku berharap bisa bersantai denganmu barang sejenak sampai jumpa 2 hari lagi di Yogyakarta. Jatinangor, 21 Desember 2015 23:05 ~dy

untuk dikenang

Image
ingat aku, saat kau lewati jalan ini, setapak berbatu. jalan ini sudah kita lalui ribuan kali, sesuai jumlah hari kita bersama, sejak hari itu, 24 September kita bertemu dan menyapa bahkan tanpa kita sadari siapa diri kita masing-masing. tanpa pernah menyangka yang akan terjadi di hari esok. jalan setapak ini yang mungkin hanya membisu menjadi saksi langkah kita. kita tidak pernah tahu kan? aku pun tidak pernah menyangka akan merindukan jalan setapak itu dan orang-orang yang berlalu lalang berjalan di atasnya. kenang aku, saat kau dengarkan lagu ini terlantun perlahan. lalu kukenakan earphone putih ini dan mulai menikmati lagu yang mengalir di sana. kamu pasti ingat lagu ini kan? seperti aku mengenangnya. sepertiku yang mengingatmu dengan baik, sebaik aku mengingat pertemuan kita. orang bilang lagu membawa memori. ya, lagu ini mengangkat memori tentangmu ke hadapanku dan aku bisa mengingat setiap detail di tiap iramanya. setiap detiknya, setiap detak dan degup jantung kita, yang se...

the last seconds

Image
this is about the last seconds. I'm awake. kids play around. people run to the door. a man shouts while the bell's ringing. many times I try to count till I'm tired, sitting politely becoming the witness of ignorance. silence among the crowds. a little wishper is wishing to be accompanied. unconsciousness too, wishing to smile. but would they listen? people loving, caring, chatting. they laugh, talk, then laugh again. I draw them, right there in my mind. it tells me things. many many things. and I just remain silent. time goes still, as it should be. reminds me about the last seconds. I've been sitting for long. till the bell ringing and the man shouting again. listening to the crowds. wishpering the wish. and still waiting. I'm waiting for myself to rise once again. ~dy 18:55

dengar

Image
adakah kau dengar kegelisahan ini, teriaknya mengisi seluruh alam bawah sadarku, kemarin mengajakku menari di bawah hujan air mata dan gemuruh hatinya. tidakkah kau dengar gelisah ini, katanya ingin bertemu sore nanti, di bawah guyur dedaunan yang berguguran. dan sesenggukan menyambut gelap. gelisah tak bertuan, adakah kiranya dia kan pergi, sebab hatinya terlalu lembut. menggerimis menemani embun pagi ini. diam-diam embun pagi perlahan menyapa telur di tangkai rumput ~dy jogja

Desember #2

Desember! ingin kuberteriak agar kau tak pergi dulu. aku sibuk. teramat sibuk sampai belum sempat bercumbu rindu denganmu. ini penghujung tahun, penghujung desember, dan aku di penghujung rinduku. bukan aku tak menyukai Januari, atau perayaan akan tahun baru. dan kembang api serta petasan, maupun dua ribu lima belas. toh selepas ini aku akan menyambut liburan. bukan, bukan itu. bukankah lebih menyenangkan berjalan-jalan bersenandung denganmu? bukankah lebih syahdu menikmati hujan denganmu? menikmati tiap jatuhnya hujan dengan menghirup udara pagi denganmu? januari 2015. datang dan pergi kau Desember. cinta dan kasih belum lagi sampai. janji belum juga terpenuhi. banyak yang harus diselesaikan, aku masih berharap kau menemaniku. masihkah ada rintik rindu dan mendung yang mengintipku dari celah pagi di Januari nanti? aku sangsi. atau adakah Januari akan membawa kabar yang hangat tentang bahagia? itu aku lebih sangsi. yang aku tahu Januari memisahkan aku. darimu, dari semua, dari hal yang...

catatan kota palsu

Image
aku tiba di satu kota pada satu malam. malam yang memilukan, malam yang melelahkan, dan aku sedih. tersapu oleh kelap-kelip di sela langkah layuku. memoriku terenyuh akan syahdunya lirik cerita cinta antara kau dia dan yang lain. aku lalu semakin tersadar bahwa aku sudah jauh. terlalu jauh menggapai itu kota malam ini mengajarkan aku sesuatu. bolehlah lalu kupanggil kau, hai kota palsu. keramahanmu palsu. kesejukanmu palsu. senyumanmu pun kukira hanya layaknya manekin di mall mall yang tumbuh saling tindih, sesak, dan pengap. namun aku tiba di sini, di kota palsu ini. aku baru memahami rasa rindu yang amat akan hangatnya dekapan keluarga oleh kerasnya sangat kota ini. di depan mataku mereka meludahi mobil-mobil cantik yang berjuta pajaknya itu, lalu tertawa puas. ironi. aku tak tahu di mana harus kudapat alasan menyukaimu, hai kota palsu. jangan pernah harapkan aku kan menetap padamu. kota palsu, demi malam yang tertorehkan kepiluan ini, aku tidak menyukaimu.