Desember #2

Desember!
ingin kuberteriak agar kau tak pergi dulu. aku sibuk. teramat sibuk sampai belum sempat bercumbu rindu denganmu.
ini penghujung tahun, penghujung desember, dan aku di penghujung rinduku.
bukan aku tak menyukai Januari,
atau perayaan akan tahun baru.
dan kembang api serta petasan,
maupun dua ribu lima belas.
toh selepas ini aku akan menyambut liburan.
bukan, bukan itu.
bukankah lebih menyenangkan berjalan-jalan bersenandung denganmu?
bukankah lebih syahdu menikmati hujan denganmu?
menikmati tiap jatuhnya hujan dengan menghirup udara pagi denganmu?

januari 2015.
datang dan pergi kau Desember.
cinta dan kasih belum lagi sampai.
janji belum juga terpenuhi.
banyak yang harus diselesaikan,
aku masih berharap kau menemaniku.
masihkah ada rintik rindu dan mendung yang mengintipku dari celah pagi di Januari nanti? aku sangsi.
atau adakah Januari akan membawa kabar yang hangat tentang bahagia? itu aku lebih sangsi.
yang aku tahu Januari memisahkan aku. darimu, dari semua, dari hal yang entah itu kepalsuan atau ketulusan.

diri mendewasa. ya.
harap demi harap tertutur di lubuk jiwa.
dengan menyebut nama-Nya.
semoga saat aku menemuimu lagi, Desember. bisa kupersembahkan diriku yang baru, semangat, dan penuh kebanggaan.


salam hormat,
diri yang selalu merindumu,

~dy

Comments

Popular posts from this blog

rindu #2

could it be?

kejar