could it be?
hi, grey
sedikit lupa jalan pulang
kehilangan diri, rasa, dan pena untuk menulis
banyak hal yang terjadi di awal tahun ini.
baik yang diduga maupun tidak sama sekali.
harapan tahun lalu yang tidak menjadi nyata, sudah mulai direlakan. samar-samar dan tergantikan di tahun ini. is it about love dy? maybe. tapi aku pikir ada hal yang lebih bisa dipahami dari sekadar itu. jadi inilah, aku, do some journaling I guess. hanya ingin menumpahkan yang terlintas di pikirku akhir-akhir ini.
bahwa orang datang dan pergi. beberapa harus pergi, memilih pergi, sebaiknya pergi, atau terpaksa pergi. tapi terlepas dari siapa dia, apakah orang yang tepat, apakah cukup baik, ada hal yang lebih dari itu. sepertinya pikiran ini perlu sedikit di-refresh dan tidak terjebak dari one single stupid boring question yang itu-itu saja.
bahwa tiap tamu yang datang dalam hidup kita perlu disambut dan dipersilakan (sekalipun sebatas di pendopo). dan percaya bahwa di setiap tamu selalu ada kebaikan yang dapat kita ambil dan menjadi kesempatan kita berbagi kebaikan. mungkin itu tujuan Tuhan mengatur suatu pertemuan, entah singkat atau prolong. jika memang dipersatukan, syukur. jika tidak dipersatukan tapi dia tetap ada, artinya masih ada kebaikan darinya yang bisa kita ambil, atau ada kebaikan dari kita yang belum disampaikan.
jika pada saatnya tamu itu pergi, maka selesai urusan dan kita dapat melanjutkan langkah. meski ada beberapa yang meninggalkan bekas di memori. dan kau tahu, sebagian besar memori itu hanya untuk dikenang, bukan untuk diulang.
could it be true? dunno. the answer would be revealed sooner or later.
que sera sera
ya,kuharap aku bisa kembali dengan diriku sendirimenata tapak demi tapak di depandengan kendali diri yang lebih baiktanpa menyesali yang lewat atau pergi
| chamomile among tea trees |
~dy
Comments
Post a Comment