rindu #2

kembali pada suatu rangkaian waktu,

mungkin pada suatu sore yang cerah, di kota yang cantik.

ya, aku pernah sampai di sana kala itu.

jalan-jalan berdebu, bertabur dedaunan kering

suara gitar dari kejauhan dan nyanyiannya

langit biru, dan semburat jingga yang isyaratkan senja kan datang


atau suatu pagi yang malas,

berlari untuk mengusir penat,

sekadar menyambut mentari saat dia terbit tanpa terlambat

mengamati orang-orang dengan gaya masing-masing

dengan beriring musik, atau menikmati suara-suara yang riuh


atau mungkin hari berhujan

kadang rintik cantik atau gerimis manis

berlari-lari di bawah hujan atau menikmati derai air di tepian

sambil menikmati kudapan, atau hanya mengamati waktu berlalu


atau saat di ruang-ruang dingin

menyibukkan diri dengan dunia

berlomba dengan kebodohan diri

berbagai ekspresi, dan semangat yang dipaksa-paksakan


selalu ada hal-hal untuk dirindukan

entah berbatas waktu atau jarak

atau bahkan sekadar angan-angan


selalu ada kamu

di memori demi memori berjalan

selalu ada waktu untuk dikenang

selalu ada syukur untuk dirayakan


namun keretaku melaju lagi

cepat, tak izinkan yg lain menghadang

bising, agar suara-suara lain tak mengganggu


Ngawi, lima bulan berselang

~dy

Comments

Popular posts from this blog

could it be?

kejar