menyampaikan perasaan
bersinggungan dengan hidup banyak orang seringkali melibatkan kita dalam perasaan-perasaan, dan kita bingung harus menyampaikannya atau tidak. penyampaian perasaan ini bisa berarti sempit dengan mengatakannya. dalam arti luas, penyampaian ini dapat berupa gesture, sikap, penghargaan, atau cacian. entahlah, apakah penting untuk membiarkan objek perasaan kita itu mengetahui tentang perasaan kita padanya? apa yang kita harapkan atau hindari jika dia mengetahui perihal perasaan ini?
aku dibesarkan dalam keluarga yang menurutku minim pengungkapan perasaan. bahkan aku tak ingat kapan terakhir ada kata-kata "sayang". oke mungkin tidak perlu menuntut hal senyata itu, atau bahkan pelukan, yah hal-hal semacam itu. bahkan aku tak juga ingat kapan terakhir bercerita tentang pengalaman atau perasaanku pada ibuku sekalipun. bahkan juga segala yang dilakukan di keluarga terasa bagai rutinitas dan kewajiban saja. entahlah.
well, menurutku itu tidak sehat. tapi coba kita lanjutkan dulu.
pertemanan tidak serumit itu. hanya terpikirkan dua pilihan. apakah teman ini suka atau tidak. apakah dia membenci saya atau tidak. apakah yang saya lakukan menimbulkan perasaan tidak suka padanya? mengamati orang adalah kebiasaanku. menangkap gelagat tidak suka, atau sikap seperti bercerita, meyapa, senyum, dan sebagainya. itu sudah cukup dan aku tidak begitu mempermasalahkan hal lainnya. sekadar tahu ke siapa dapat mengajak jalan ke sana sini, bercerita atau berbagi keluh kesah, berbagi beban, bahkan sekadar berbagi makanan dan rekomendasi. benar kan?
tentang pasangan, menurutku tidak bisa ditawar. standarku tentang pasangan tidak muluk-muluk, tapi harus memenuhi hal-hal kecil yang menjadi dasar harmonisasi hubungan. ini wajar kan? mengingat pengalamanku tentang perasaan tidak begitu banyak kudapatkan di rumah. sebenarnya aku bersyukur dengan high school yang memberikanku banyak hal tentang romantisme. hm, jangan ditanya kalau sudah mengingat teman-teman SMA seberapa romantisnya kami. tak perlu diragukan tentang mereka. you gonna find you're agree as soon as you know them.
perlu diingat bahwa tiap orang memiliki caranya sendiri dalam mengungkapkan perasaannya. cara kita dalam memahamilah yang penting, serta seberapa lapang ruang penerimaan kita terhadap hal itu. romantisme bukan hal yang besar, seperti yang kubilang itu adalah hal kecil namun menjadi dasar. hm layaknya sebongkah batu fondasi untuk rumah besar. kau hilangkan dia, rumah besarmu tak akan bertahan lama. mungkin orang yang tiap hari sibuk dengan pekerjaannya tetap dapat romantis dengan sesekali memberi bunga atau peluk dan cium, memberikan perhatian-perhatian kecil misal membantu merapikan rumah jika sudah menikah. mungkin orang yang sebenarnya punya banyak waktu bersama namun memilih memiliki waktunya sendiri, tak masalah selama masih ingat tentang melakukan sesuatu untuk pasangan. tidak terikat untuk melakukan sesuatu sekadar untuk sebuah kewajiban, tapi atas nama kepedulian dan tentu saja, cinta.
![]() |
| salah satu sirkel yang aku tidak berpusing memikirkan apakah aku disukai atau tidak. |
hari ke-52 memenjarakan diri
~dy

Comments
Post a Comment