syukur
selalu ada yg dapat disyukuri dari setiap bagian perjalanan, termasuk yang kita saat ini sedang jalani. sejak 18 Maret lalu, sudah hampir sebulan rasanya aku mengurung diri di rumah. yah, tidak bisa benar-benar mengurung diri. tapi aku tidak seberapa mengeluh akan hal ini. setiap aku ingat beberapa hal yang membuatku rindu akan hal ini dan itu, seketika kutepis bayangan itu untuk menyadari bahwa jauh lebih banyak yang bisa disyukuri dari semua ini.
pertama
aku bisa "libur".
ingat kan yang pernah kukeluhkan beberapa saat lalu. aku lelah hingga berharap untuk cuti saja. tidak sungguh-sungguh sebenarnya. tapi sungguh aku mengadu pada-Nya tentang kelelahanku. aku tahu ini memalukan tapi aku memang selemah itu. aku tidak bohong kali ini. untuk bisa bertahan saja benar aku sangat bersyukur.
karena libur adalah milik pulang.
aku pulang.
di Ciputat sih. but still, aku pulang. di sini aku dapat beristirahat dan memaknai libur dan istirahat. mengintip kesibukan orang-orang dari ujung jempolku. ada memang rasa bersalah tidak dapat berbuat apa-apa. ingin berbuat lebih banyak, namun aku hanya aku, tidak - belum - bisa apa2.
kedua
beristirahat dari kamu
iya kamu. aku sering bertanya-tanya juga di tengah hari yang biasa. tentang ketergantungan, tentang kita yang terlalu berlebihan, tentang aku yang posesif, tentang ketidakberdayaan jika sendiri. sekarang semua perasaan itu kutepis. aku berhasil menjadi aku sendiri.
aku sedang berusaha menyeimbangkan ini. aku masih ada teman-teman, alhamdulillah. masih ada yang mengalihkan aku darimu. masih ada tempat melampiaskan yang tak dapat kuutarakan padamu.
aku tidak sendiri, tanpa kamu. aku sangat lega menyadari hal itu.
ketiga
sehat
menyadari kemelut dunia saat ini, mau apa lagi selain mensyukuri sehat. dapat menghirup udara pagi dunia yang konon lebih sehat keadaannya pada era ini. dapat merasakan rintik hujan sesekali. seharusnya ini merupakan hal pertama kali disyukuri, tapi masih saja lupa.
keempat
lebih banyak obrolan dengan teman
sibuk bukan lagi alasan. karena nyatanya memang tidak. sekalipun kuliah tetap dijalankan. banyak teman yang dapat kuhubungi. sedikit tidak percaya, namun aku bisa membawa beberapa benefit dari situ, kuharap. sedikit tidak menyangka, ternyata kami masih nyambung. dan ternyata aku bisa mendapat kabar kisah tentang hidup mereka.
aku lega sekali, aku tidak sendiri.
afterall, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
bukan aku berharap era ini untuk tidak berlalu. tentu saja aku berharap keadaan segera pulih kembali. bagaimanapun aku tetap merindu Kineruku, merindu lari di Gasibu, merindu perpus, merindu belanja di PVJ atau Ciwalk, merindu kamu dan tentu saja masa depan. ehehehe
pertama
aku bisa "libur".
ingat kan yang pernah kukeluhkan beberapa saat lalu. aku lelah hingga berharap untuk cuti saja. tidak sungguh-sungguh sebenarnya. tapi sungguh aku mengadu pada-Nya tentang kelelahanku. aku tahu ini memalukan tapi aku memang selemah itu. aku tidak bohong kali ini. untuk bisa bertahan saja benar aku sangat bersyukur.
karena libur adalah milik pulang.
aku pulang.
di Ciputat sih. but still, aku pulang. di sini aku dapat beristirahat dan memaknai libur dan istirahat. mengintip kesibukan orang-orang dari ujung jempolku. ada memang rasa bersalah tidak dapat berbuat apa-apa. ingin berbuat lebih banyak, namun aku hanya aku, tidak - belum - bisa apa2.
kedua
beristirahat dari kamu
iya kamu. aku sering bertanya-tanya juga di tengah hari yang biasa. tentang ketergantungan, tentang kita yang terlalu berlebihan, tentang aku yang posesif, tentang ketidakberdayaan jika sendiri. sekarang semua perasaan itu kutepis. aku berhasil menjadi aku sendiri.
aku sedang berusaha menyeimbangkan ini. aku masih ada teman-teman, alhamdulillah. masih ada yang mengalihkan aku darimu. masih ada tempat melampiaskan yang tak dapat kuutarakan padamu.
aku tidak sendiri, tanpa kamu. aku sangat lega menyadari hal itu.
ketiga
sehat
menyadari kemelut dunia saat ini, mau apa lagi selain mensyukuri sehat. dapat menghirup udara pagi dunia yang konon lebih sehat keadaannya pada era ini. dapat merasakan rintik hujan sesekali. seharusnya ini merupakan hal pertama kali disyukuri, tapi masih saja lupa.
kami sedikit melupa,
mengabai dengan bahagia,
akan dunia di luar sana.
tapi bukankah ini yang seharusnya
agar kemelut segera reda
semoga
keempat
lebih banyak obrolan dengan teman
sibuk bukan lagi alasan. karena nyatanya memang tidak. sekalipun kuliah tetap dijalankan. banyak teman yang dapat kuhubungi. sedikit tidak percaya, namun aku bisa membawa beberapa benefit dari situ, kuharap. sedikit tidak menyangka, ternyata kami masih nyambung. dan ternyata aku bisa mendapat kabar kisah tentang hidup mereka.
aku lega sekali, aku tidak sendiri.
afterall, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
bukan aku berharap era ini untuk tidak berlalu. tentu saja aku berharap keadaan segera pulih kembali. bagaimanapun aku tetap merindu Kineruku, merindu lari di Gasibu, merindu perpus, merindu belanja di PVJ atau Ciwalk, merindu kamu dan tentu saja masa depan. ehehehe
Comments
Post a Comment