rindu

kupikir kita akan selalu menjadi perindu. (oh, aku sedang membicarakan orang kebanyakan, jangan marah) bagaimanapun keadaan kita saat ini, kita selalu merindu.
lihat saja, ditahan di rumah, kita rindu keluar, rindu bertemu teman-teman, rindu jalan-jalan. apa sudah lupa beberapa waktu lalu ketika masih bebas berkeliaran, dituntut ini itu oleh dunia, kita mengeluh lelah dan selalu rindu untuk menghabiskan waktu di rumah saja beristirahat. hidup memang butuh keseimbangan, benar. kita manusia memang fitrahnya untuk tidak pernah puas, itu juga benar. tapi benar juga bahwa sebenarnya kita punya kontrol untuk itu, jika kau sadari. kita yang bertanggung jawab untuk menciptakan keseimbangan itu. Allah sudah menciptakan semuanya lengkap. hanya kita mau mengambil di saat yang tepat atau tidak.

kita selalu merindu. sebab selalu ada yang tidak ada dalam hidup kita dalam satu waktu. dan seringnya kita melupa apa yang ada, tidak selalu ada di waktu yang lain. jadi kita harus bersyukur. lalu dengan bersyukur bukan berarti rasa rindu itu hilang. hanya saja bisa dinetralisir.

tidak apa-apa, dear.
rindu itu tidak dosa. hanya saja kita yang pegang kontrolnya. bukankah fokus salah satu kunci bahagia? harus fokus, harus bersyukur, harus menikmati. tidak apa-apa jika sulit. tidak ada yang bilang ini mudah kok.

tenang, akan ada waktunya nanti. bukankah kita masih punya harapan? meski tentu saja menjalani hidup yang harus dijalani saat ini adalah sebuah keharusan, mau tak mau. bukankah masih ada harapan? entah kapan, pokoknya ada!
jalan-jalan terakhir di Bandung kala itu.
entah akankah berubah saat aku kembali ke sana lagi kelak

no, I'm just lonely
I'm ok.
~dy

Comments

Popular posts from this blog

rindu #2

could it be?

kejar