vitamin #2
terkadang being medstud mengharuskanku memiliki curiosity yang tinggi dan semacam "tanggung jawab" untuk menjawabnya. afterall bukankah kita memang harus tabayyun? jadi kucoba menjawab sendiri tanyaku terkait vitamin C yang kemarin kukonsumsi saat cold.
kenapa sih ada yang menyarankan untuk minum vitamin C ketika kurang enak badan? anehnya memang aku merasa lebih baik setelah dua hari saja minum vitamin C. kuncinya di sini adalah imun, atau daya tahan tubuh. aku akan coba menjelaskan di sini, kuharap tidak berbelit dan mendekati kebenaran.
sistem imun kita terdiri dari berbagai lapis. lini pertama di kulit, lapisan terluar tubuh. di sana juga ada kelenjar yang siap mengeluarkan substansi misalnya keringat, minyak, asam lambung, air mata, yang mencegah si penyerang untuk masuk. kemudian dari sana makin ke dalam jadi ada sel-sel yang berpatroli, ada juga yang siap memancarkan radar kalau-kalau ada penyerang yang bandel. ada yang berjaga di pos, menerima sinyal, lalu memberikan bantuan ke tempat serangan. bahkan ada juga yang siap memakan langsung penyerang yang masuk. belum lagi ada yang bisa menyimpan memori yang didapatkan dari suatu penyerangan, sehingga mereka langsung mempersiapkan pasukan khusus untuk penyerang tipe tersebut, supaya "tidak jatuh di lubang yang sama".
ketat ya pertahanannya, pantas saja kalau kita masih sehat-sehat saja setelah makan makanan yang kurang bersih, lupa cuci tangan, atau bahkan berinteraksi dengan orang sakit. Maha Sempurna Dia yang menciptakan pasukan pengamanan begitu sempurna.
kalau manusia sakit, ada dua kemungkinan, entah imunnya turun atau penyerangnya yang lebih advance. lalu, apa yang terjadi ketika cold? ini terjadi ketika imun kita kalah dengan penyerang. ya, imun kita bisa turun naik. oke jadi ada beberapa kondisi yang menyebabkan imun turun. misalnya ketika makanan kita tidak cukup seimbang, kita sedang stress, atau sedang terserang virus lain di saat yang sama. bahkan bisa juga memang kita terlahir dengan sistem imun yang kurang baik atau punya penyakit tertentu yang melemahkan imun. mungkin kamu pikir lebih baik punya sistem imun yang diperkuat ya, supaya lebih protektif dan kita jadi ngga pernah sakit. ya boleh-boleh saja sih, tapi segala yang berlebihan kan juga tidak baik. ketika sistem imun over protective, salah-salah malah menyerang sel-sel tubuh kita yang normal. kasusnya seperti alergi dan penyakit autoimun seperti diabetes tipe 1, lupus, rheumatoid arthritis.
nah, kembali ke pertanyaan awal soal hubungan vitamin dan imun. apakah minum suplemen vitamin merupakan salah satu cara meningkatkan imun? jawabannya ya. boleh baca di sini bahwa vitamin C merupakan kofaktor dari proses-proses di tubuh, misal pembentukan kolagen, produksi energi, regulasi hormon, dsb.
selain itu, perannya di sistem imun baca sendiri aja deh. buaanyyak hehe
kalau kita kekurangan vitamin C (a.k.a. asam askorbat) - penyakitnya disebut scurvy yang ditandai turunnya imun, luka susah sembuh, gusi gampang berdarah, anemia, pembengkakan sendi, dan nyeri otot. sebaliknya, kalau kita lagi terserang infeksi, vitamin C kita juga akan turun. jadi saling berkebalikan gitu loh. jadi pendapatku di awal yang bilang vitamin itu untuk pemeliharaan kesehatan, biar ga gampang sakit aja, ternyata kurang lengkap. kalau kita bantu tingkatkan kadar vitamin C misal dengan konsumsi suplemen vitamin untuk mengimbangi infeksi itu, bagus juga ternyata.
kebutuhan vitamin kita cuma 40 mg/hari. tapi rekomendasi diet harian 100-200 mg/hari untuk mengurangi risiko penyakit kronis. tapi kalau kita udah kena scurvy, kebutuhan vitamin C harian kita bisa sampai 1 g/hari. jadi plis ya yang pernah nyalahin produk vitamin yang menyediakan "one thousand miligrams of vitamin C" silakan bertobat. itu bener loh kita butuh, cuman pada keadaan tertentu. tapi ngga ada salahnya juga kok kita konsumsi itu, toh kalau vitamin C kita berlebih dalam tubuh akan dibuang juga lewat urin. boros? ya pikir-pikir saja risiko untuk scurvy. tidak perlu setiap hari juga. seperti yang kubilang di atas, semua yang berlebihan tidak baik. terlalu banyak vitamin C juga meningkatkan risiko batu ginjal.
kesimpulannya, ternyata kebutuhan vitamin C aku lagi kurang-kurangnya kemarin tuh. emang lagi jarang makan buah dan sayur. udah gitu sok-sokan ngga mau makan suplemen vitamin. salah perhitungan gitu jadinya.
kamu, sehat ya! :)
nah, kembali ke pertanyaan awal soal hubungan vitamin dan imun. apakah minum suplemen vitamin merupakan salah satu cara meningkatkan imun? jawabannya ya. boleh baca di sini bahwa vitamin C merupakan kofaktor dari proses-proses di tubuh, misal pembentukan kolagen, produksi energi, regulasi hormon, dsb.
![]() |
| vitamin C tuh suka bantu-bantu di berbagai proses di tubuh. bukan pelaku utama, cuma bantu aja |
kalau kita kekurangan vitamin C (a.k.a. asam askorbat) - penyakitnya disebut scurvy yang ditandai turunnya imun, luka susah sembuh, gusi gampang berdarah, anemia, pembengkakan sendi, dan nyeri otot. sebaliknya, kalau kita lagi terserang infeksi, vitamin C kita juga akan turun. jadi saling berkebalikan gitu loh. jadi pendapatku di awal yang bilang vitamin itu untuk pemeliharaan kesehatan, biar ga gampang sakit aja, ternyata kurang lengkap. kalau kita bantu tingkatkan kadar vitamin C misal dengan konsumsi suplemen vitamin untuk mengimbangi infeksi itu, bagus juga ternyata.
kebutuhan vitamin kita cuma 40 mg/hari. tapi rekomendasi diet harian 100-200 mg/hari untuk mengurangi risiko penyakit kronis. tapi kalau kita udah kena scurvy, kebutuhan vitamin C harian kita bisa sampai 1 g/hari. jadi plis ya yang pernah nyalahin produk vitamin yang menyediakan "one thousand miligrams of vitamin C" silakan bertobat. itu bener loh kita butuh, cuman pada keadaan tertentu. tapi ngga ada salahnya juga kok kita konsumsi itu, toh kalau vitamin C kita berlebih dalam tubuh akan dibuang juga lewat urin. boros? ya pikir-pikir saja risiko untuk scurvy. tidak perlu setiap hari juga. seperti yang kubilang di atas, semua yang berlebihan tidak baik. terlalu banyak vitamin C juga meningkatkan risiko batu ginjal.
kesimpulannya, ternyata kebutuhan vitamin C aku lagi kurang-kurangnya kemarin tuh. emang lagi jarang makan buah dan sayur. udah gitu sok-sokan ngga mau makan suplemen vitamin. salah perhitungan gitu jadinya.
kamu, sehat ya! :)

Comments
Post a Comment