would you attend a wedding party by yourself?

ada masanya ketika menghadiri pesta pernikahan sendiri adalah suatu pilihan yang mau tak mau ada. oh, kuharap kamu tidak mengalaminya, jika kau pikir itu bahkan bukan suatu pilihan. "harus ada yang mendampingi," katamu. atau "lebih seru jika bersama suatu rombongan", atau "menyedihkan sekali datang sendirian". well, but I did. yeah I did come to a wedding party alone, by myself.

mungkin ide ini terkesan gila, tidak mungkin, aneh, apalagi untuk manusia yang cenderung menghindari interseksi dengan manusia lain, ummm yeah it's me. tapi satu hal yang kuyakini, aku perlu datang untuk congratulate the bride and groom yang kebetulan orang yang pernah penting dalam hidupku (satu pengalaman tentang missed a chance to congratulate someone that consequently become an inevitable regret). untuk menunjukkan bahwa I do care about you, about your happiness, about your lifeline too, and I appreciate our times together in the past, I don't care if you don't really expect me to come but still I do. I wanna cherish the moment, yang bisa jadi yang terakhir. karena begitu seseorang memasuki masa pernikahan, akan banyak hal yang berubah, tak akan sama. seperti halnya kota-kota yang pernah kusinggahi lalu menjadi asing. kau tahu, aku bukan orang yang pandai menjaga hubungan. 
so would you come? as long as it is possible, of course, I would.
white, always a favourite wedding color


~dy

Comments

Popular posts from this blog

rindu #2

could it be?

kejar