reason

do you need any reason? do you need to ask me why, everytime I express my feeling? why? I don't even know!

everything happens for its reason. percaya? well, aku tidak. tidak semua hal di dunia ini terjadi dengan alasannya. mungkin jika realistis, ya, ungkapan itu berlaku. tapi ingat, tidak semua hal di dunia ini bisa dijelaskan dengan akal pikiran dan logika. ada beberapa hal yang jika ditanya alasannya, aku pun tak mampu mengemukakannya.

we call it love
ah, sub judul ini terlalu alay. sebenarnya tidak hanya cinta, perasaan-perasaan lain kebanyakan pun tak butuh alasan untuk melakukannya (baca : merasakannya). namun cinta adalah contoh mudahnya. kalau kamu bilang kamu mencintainya, dengan alasan karena dia cantik misalnya, itu berarti kagum. karena kaya? itu artinya materialistis. well, kamu tidak akan menemukan jawabannya kalau benar-benar cinta. aih!

perasaan apa?
nah, jadi kalau mulai merasa memiliki berbagai alasan itu, stop lah. mungkin saja itu bukan ketulusan, karena ada alasan yang melatarbelakanginya. ketulusan ini munculnya dari nurani. Allah yang menaruhnya. nah, perlukah aku bertanya kepada Allah "mengapa"? Allah Maha Tahu. berserah diri padanya. Dia tahu yang terbaik, entah dengan atau tanpa perasaan apapun. bersyukur saja, masih punya perasaan, itu artinya aku bukan robot.




terkadang orang realistis merasa bingung dengan hal ini. sering bertanya dalam diri, "mengapa saya seperti ini?" namun percayalah, tidak semua hal di dunia ini memiliki alasan yang kuat dan jelas. jadi, go straight. jangan terlalu memikirkan alasan. alasan memang perlu, selama itu hal yang bisa dilogika. sayangnya, di dunia ini tidak penuh oleh hal-hal yang realistis. realistis perlu, tapi tak selalu.

Comments

Popular posts from this blog

rindu #2

could it be?

kejar