teman
baru tersadar dari dua bulan vakumku dari blogging ini. sejak kemarin seseorang menanyakan alamat blogku, dan bahkan aku nyaris lupa alamatnya. ya, dua bulan waktu yang cukup untuk membuatku lupa akan sebuah alamat blog. blogku sendiri.
aku ingin sedikit menceritakan bahwa aku sering kesepian di sini. memang ada kalanya aku suka sendiri, menikmati kota sendiri, makan sendiri, bepergian sendiri. enak, tidak ada yang mengganggu. tak perlu takut orang menganggapku aneh, tak perlu berpura menjadi orang lain, tidak perlu juga sungkan. tapi pada dasarnya aku juga manusia biasa. butuh teman. hm, siapa bilang aku tidak punya teman? temanku banyak. tapi aku tidak punya teman yang selalu ada. andaikan....
beberapa waktu lalu aku membuat wishes tree. pohon harapan, pohon cita-cita atau apalah. di situ tertulis semua harapanku. (fyi aku membuatnya bersama adik-adik kecil). ada beberapa harapanku terpasang di sana. mungkin kau tak perlu tahu, sebab aku bisa saja malu. tapi setelah aku membuatnya kubiarkan beberapa orang membacanya. mereka hanya tersenyum membaca harapan "menikah" di daun paling bawah. ya, pikirku normal saja ada orang ingin menikah. wajar kok. toh aku menaruhnya di paling bawah, tapi memang masih saja mudah terbaca. aku cuek saja akan itu.
satu yang membuatku jengkel ditertawakan, karena satu harapanku yang tertulis di salah satu daunnya : "punya teman". apa salah dengan itu. kupikir itu pun wajar. karena teman adalah kebutuhan. mutlak. sama halnya kita butuh disayangi, kita pun butuh menyayangi. kita ingin diperhatikan, ada pula kebutuhan dari diri kita untuk memberi perhatian ke orang lain. dan itulah yang aku sebut dengan teman. ya meskipun ada yang menyeletuk "teman hidup". hm, bisa saja. toh namanya juga teman. aku tidak peduli berapa sebenarnya, entah satu entah seribu. yang lebih penting adalah seperti apa.
aku ingin sedikit menceritakan bahwa aku sering kesepian di sini. memang ada kalanya aku suka sendiri, menikmati kota sendiri, makan sendiri, bepergian sendiri. enak, tidak ada yang mengganggu. tak perlu takut orang menganggapku aneh, tak perlu berpura menjadi orang lain, tidak perlu juga sungkan. tapi pada dasarnya aku juga manusia biasa. butuh teman. hm, siapa bilang aku tidak punya teman? temanku banyak. tapi aku tidak punya teman yang selalu ada. andaikan....
![]() |
| the wishes tree. you may read my wishes if you can. don't forget to say "aamiin" |
satu yang membuatku jengkel ditertawakan, karena satu harapanku yang tertulis di salah satu daunnya : "punya teman". apa salah dengan itu. kupikir itu pun wajar. karena teman adalah kebutuhan. mutlak. sama halnya kita butuh disayangi, kita pun butuh menyayangi. kita ingin diperhatikan, ada pula kebutuhan dari diri kita untuk memberi perhatian ke orang lain. dan itulah yang aku sebut dengan teman. ya meskipun ada yang menyeletuk "teman hidup". hm, bisa saja. toh namanya juga teman. aku tidak peduli berapa sebenarnya, entah satu entah seribu. yang lebih penting adalah seperti apa.
by the way, masih ada beberapa daun yang kosong, kau boleh menuliskan harapan bersama denganku di sana.
Yogyakarta, outside the rain
~dy

Comments
Post a Comment