kehilangan

ada suatu kali orang merasakan kehilangan. hal yang menyedihkan, membawa memori buruk, meninggalkan perasaan tak enak berujung panjang. menyaksikan begitu banyak orang kehilangan dalam hidupnya, kehilangan seseorang, sesuatu, harta yang berharga. terkadang satu pertanyaan mengusikku. kalau tahu begini, adakah mungkin lebih baik tidak usah ada pertemuan, agar perpisahan ini sakitnya tidak begini menyiksa? apakah tidak usah pernah memiliki saja agar tidak perlu merasakan rasa kehilangan. ada suatu pendapat menurut Islam, yang mungkin sulit diterima banyak orang, terutama mereka yang kehilangan, kecuali dengan besar hati. bahwa semua adalah milik Allah. kita tak memiliki secuil pun, kalau suatu yang orang bilang kita punya, itu hanya titipan-Nya. itu sebab Allah sayang dengan kita. sehingga bagaimana bisa merasa kehilangan kalau hal itu hanya milik Allah yang diambil-Nya kembali? rasa memiliki itulah yang dengan semakin kuat, maka semakin kuat pula sedihnya kehilangan.

mungkin orang bijak atau kebanyakan orang akan mengelak jika dibilang "tak usah bertemu, tak usah memiliki". bahagianya ketika bertemu itu juga sangat kuat. rasa bahagia sebab memiliki itu juga sangat berkesan. baiknya bersyukur masih bisa sempat diberi waktu untuk merasa memiliki. baiknya melupakan yang telah berlalu, daripada kehilangan yang lebih banyak lagi. kebanyakan orang masih berorientasi pada hal yang telah pergi, sehingga sedikit banyak mengabaikan yang sedang dan masih dimilikinya saat ini. ya, jangan sampai rasa sedih berlarut sehingga kita mengabaikan orang-orang yang masih menunggu senyum kita. seperti kata Taylor Swift, "What's past is past". betapa menyedihkan bahwa seseorang begitu memikirkan hal yang tak bisa diubah, dan lupa untuk berfokus pada hal yang bisa diubahnya. mungkin itu pula alasan seseorang sulit maju. sulit move on katanya.

waktu. dia berlalu, entah disadari atau tidak. kepergiannya sering menyisakan sesal. pepatah lama mengatakan "sesal kemudian tak berguna", bersabar.
"Manusia tak akan bisa menahan lajunya waktu. jika memaksa memutarnya, manusia akan mendapat hukuman." - Ai Haibara.
di balik kekakuan dan kekejaman waktu, dialah justru penyembuh sakit hati yang baik. seiring berlalunya waktu, pun sakit hatimu. tidakkah ingat berapa kali pun kita sakit hati, sedih tidak lolos ujian, ditolak, dikecewakan, dikhianati, namun nyatanya sekarang here we are. berdiri tegar, seakan segala sakit hati itu hanya mimpi buruk. satu dari seribu lainnya. tidakkah ingat? tidakkah menyadarinya, bahwa setiap kali sakit hati itu, setiap kehilangan itu, Allah selalu menggantinya dengan hal yang lebih baik. tahukah, ilmu-Nya jauh melampaui ilmu manusia. yang terbaik di mata-Nya bukan selalu yang terbaik menurut kita. mau yang mana?

Allah Maha Tahu, Allah Maha Baik. Dia begitu baik mengabulkan semua pinta kita, dengan ilmu-Nya. ilmu Allah meliputi langit dan bumi, sesuai terjemahan Ayat Kursi. selalu sediakan waktu merenungi apa yang Allah sudah beri. begitu Maha Besar Dia. jangan kufur nikmat, sebab saat ini pun Allah bisa ambil semuanya.
"Dan ingatlah tatkala Tuhanmu memaklumkan, 'Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih' " Al Qur'an surat Ibrahim ayat 7
 Wallahua'lam bishshawab.

Comments

Popular posts from this blog

rindu #2

could it be?

kejar