Bandung berhujan di bulan November

Selamat malam, November.
satu bulan dari segala yang hampir usai.
kami sedang melaju, berlomba, berkejaran,
entah siapa yang mengejar.
mungkin waktu,
mungkin ego,
mungkin juga ilusi-ilusi yang tercipta begitu saja.
suatu sudut Bandung yang berhujan
selalu ada yang menyelinap
di antara kepadatan waktu yang tidak rela disela
yang tak pernah gagal meminta atensi
dari jiwa yang merindu damainya sunyi
dari raga yang penat oleh dikte yang nyaris basi

di satu sudut Bandung November ini
kami bersembunyi sejenak
di antara asing yang terasa akrab
yang tidak tertarik, tidak mengusik.
memadu senyum diam-diam
memadu cerita bahkan rencana

Bandung sedang berhujan, November
seringkali dia mengisahkan keluhnya
sembari mengiringi menemani semua kisah.
orang-orang menyukainya,
tapi siapa akan dengar kisah keluhnya?
barangkali kau perlu diam dulu
sampai dia selesaikan semua gemuruh hatinya

Bandung berhujan di bulan November
seolah tidak sabar mengakhiri semuanya.
atas nama rasa jenuh akan hari-hari yang melaju
jalan sunyi,
daun gugur,
langit kelabu,
gerimis manis,
udara dingin,
secangkir cokelat hangat,
jika boleh ingin menikmati semuanya
perlahan, sebelum berlalu,
sebelum Desember datang
dan aku kembali melupa.

~dy

Comments

Popular posts from this blog

rindu #2

could it be?

kejar