reficio

there always be first time for everything
sirine ambulans memecah keheningan pagi itu. mungkin sempat sepasang dua pasang mata menangkap lewatnya mobil yang melaju cepat di jalan yang lengang ini. akang supir di sampingku dengan raut muka tenang tidak menggambarkan kecepatan tinggi kendaraan yang dia kemudikan. naik mobil ambulans ternyata menyenangkan, meski aku tidak berharap untuk berperan sebagai korban. ya, menyenangkan. sebab meski sedang macet kendaraan lain akan menepi. irama sirine pun bisa diganti menyesuaikan urgensi.
mobil ambulans besar tapi tangguh. kami menempuh perjalanan pegunungan di Garut dengan semua tikungan tajam berbatu terjal. meski sebagian besar perjalanan kulalui dengan mata terpejam karena lelah dan bergadang sebelumnya, aku bisa merasakan medan ini tidak sembarang driver bisa melaluinya, even dengan lisensi Nagreg sekalipun.

mengunjungi desa pinggiran bukan pertama kali kulakukan. tapi sebagai pemeran dokter? hm, deg-degan luar biasa. menghadapi pasien balai pengobatan sangat banyak berbeda dengan settingan poli. segala keterbatasan membuatku tidak merasa banyak berguna, terutama soal kendala bahasa. kemampuan bahasa sunda yang kumiliki sangatlah minimal, dan tidak banyak dari warga yang bisa dan mengerti berbahasa Indonesia. oh, kuharap di masa depan pelajaran bahasa Indonesia sudah merata diajarkan di seluruh pelosok negeri. keterbatasan ilmu yang kumiliki pun kendala besar lainnya, sebab aku tidak belajar ilmu praktis. kusadari kini terlalu banyak berteori. yah, terpakai juga, namun tidak mungkin aku menjelaskan proses perjalanan penyakit dan sejenisnya. seharusnya aku sering-sering belajar pemeriksaan alternatif, sangat berguna di daerah yang minim fasilitas, terutama jika berniat untuk menjadi dokter umum yang berada di lini pertama pertahanan kesehatan.

hal yang menyenangkan dari mengunjungi daerah pelosok adalah pemandangan yang ramah tanpa polusi, ditambah dengan suguhan air kelapa asli tanpa pengawet, sikap hormat dan senyum tanpa sandiwara, dan kebersamaan tim yang seringkali membuat rindu. ah, ingin sekali terus begini. mungkin bisa diagendakan untuk sering-sering ikut baksos.

ini adalah reficio, penyegaran. Allah mengirimku dari pagi buta hingga malam lelap ke salah satu surga-Nya di dunia. suatu kebahagiaan bisa berinteraksi bersama anak kecil dan orang tua. sebab mereka tidak memikul masalah yang kupunya, dan aku pun tidak menghadapi persoalan hidup mereka. bertemu, tersenyum, bertukar sapa, mencoba saling meredakan perih yang dimiliki masing-masing. untuk apa? ya inilah hidup.
kekecewaanku tidak mengunjungi pantai sepertinya tidak seberapa. toh, bisa melalui ini semua denganmu adalah anugerah. bisa mendapat reficio ini adalah kado terindah dari Allah. mau apa lagi selain bersyukur? tidak perlu rasanya menyisipkan tempat untuk bermuram. aku belajar hari ini, tentang satu lagi bentuk bahagia.
terima kasih.

ya, benar. selalu ada kali pertama untuk segala hal. untuk pengalaman-pengalaman, untuk tujuan-tujuan, untuk senyum, tawa, perasaan, termasuk untuk kamu. 
Gunamekar, 9 Juli 2019
senang melalui ini denganmu,
~dy

Comments

  1. seneng dengan semua kata-kata yang dyah rangkai, terima kasih sudah membuatku jatuh dan meleleh :))

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

rindu #2

could it be?

kejar