hari ini

tengah malamnya lewat sudah
tiada kejutan tersisa

seperti satu dari tiga ratus enam puluh lima yang sebelumnya
satu hari yang ini

kau boleh menginjakku di hari-hari lain,
menertawakan kebodohanku
atau mengejek kesendirianku
tapi hari ini akulah pemiliknya
hari ini milikku.

aku sudah membunuh detik demi detik
hanya untuk menjumpai hari ini
aku sudah hampir mati bosan
menunggu untuk mendapat ucapan pertama pagi ini,
atau harapan terakhir sebelum hari berganti

satu hari ini, sayang
sebab setelah ini tidak lagi.
sebab tengah malamnya tidak akan ditunda
sebab yang dinanti bukan abadi

terima kasih
untuk segala keindahan hati yang jujur
atas ketulusan yang tidak tertawar

aku masih di sini,
menantimu,
menjagakan tempat untukmu,
hingga berlalu,
hingga tak bisa lagi.

datanglah, tetaplah,
seutuhnya
jiwa,
raga,
kamu.

empat oktober
~dy

Comments

Popular posts from this blog

rindu #2

could it be?

kejar