ada (Desember #6)
ada,
ada yang hilang
seiring perjalanan waktu mendewasa dan menua
terkikis perlahan hingga tanpa sadar
kita kehilangan
merasa baik-baik saja layaknya jawaban tentang kabar
tapi tak tahu baik-baik itu apa
mungkin sudah terlalu terbiasa
ada,
ada satu yang sering menyisip
perlahan mengambil alih
jiwa serta rasa,
bahkan kendali akan raga
meraja sembari si inang merasa "saya"nya masing-masing
ada,
ada serentetan waktu
untuk kita berhenti sejenak
pada suatu senja yang kau sukai
dengan teh manis dan alunan damai
mungkin boleh jika kupinta hijau bukit
dan barisan burung terbang pulang ke peraduan
dan tentu saja kamu,
dan aku.
jiwa kita terlalu lelah,
seperti yang orang-orang itu sering bilang
meski sang jiwa tak pernah berkeluh kesah
tapi aku memang lelah,
oleh segala kepalsuan
oleh banyak basa basi
oleh permainan ini dan itu yang kau tawarkan
oleh kamu.
Desember yang ini,
kunamakan Desember yang lelah
aku bukan mengaku lemah,
bukankah tahun-tahun yang nanti akan lebih lagi?
aku hanya ingin beristirahat
meski sejenak ingin ku pulang
kepalsuan dunia ini menyudutkanku
pada rindu akan ketulusan
Desember ini,
akhirkan segala rasa yang ada
Desember yang syahdu
di jalan yang kusukai
daun-daun kering bertebaran
gerimis bermelodi
kerlip pelita dalam sunyi gelap
kusaksikan akhir tahun ini
dengan segala yang tersisa
dari sebelas bulan perjalanan
di sini masih ku berdiri
(hanya) aku
ada
ada yang hilang
seiring perjalanan waktu mendewasa dan menua
terkikis perlahan hingga tanpa sadar
kita kehilangan
merasa baik-baik saja layaknya jawaban tentang kabar
tapi tak tahu baik-baik itu apa
mungkin sudah terlalu terbiasa
ada,
ada satu yang sering menyisip
perlahan mengambil alih
jiwa serta rasa,
bahkan kendali akan raga
meraja sembari si inang merasa "saya"nya masing-masing
ada,
ada serentetan waktu
untuk kita berhenti sejenak
pada suatu senja yang kau sukai
dengan teh manis dan alunan damai
mungkin boleh jika kupinta hijau bukit
dan barisan burung terbang pulang ke peraduan
dan tentu saja kamu,
dan aku.
jiwa kita terlalu lelah,
seperti yang orang-orang itu sering bilang
meski sang jiwa tak pernah berkeluh kesah
tapi aku memang lelah,
oleh segala kepalsuan
oleh banyak basa basi
oleh permainan ini dan itu yang kau tawarkan
oleh kamu.
Desember yang ini,
kunamakan Desember yang lelah
aku bukan mengaku lemah,
bukankah tahun-tahun yang nanti akan lebih lagi?
aku hanya ingin beristirahat
meski sejenak ingin ku pulang
kepalsuan dunia ini menyudutkanku
pada rindu akan ketulusan
Desember ini,
akhirkan segala rasa yang ada
Desember yang syahdu
di jalan yang kusukai
daun-daun kering bertebaran
gerimis bermelodi
kerlip pelita dalam sunyi gelap
kusaksikan akhir tahun ini
dengan segala yang tersisa
dari sebelas bulan perjalanan
di sini masih ku berdiri
(hanya) aku
ada
~dy
Comments
Post a Comment