Posts

ada waktu

ada waktunya, untuk merasa tenang, terlepas dari apakah keadaan benar-benar setenang itu. saat jiwa dan raga sepakat untuk menerima saja segala yang datang, secara lahir maupun batin. ingatan tentang masa lalu banyak-banyak buat bersyukur. momen demi momen yang silih berganti, emosi-emosi yang naik dan turun, bagaimana kalau sebaiknya kita ambil pelajaran? mungkin dengan memaafkan, semua orang, yang lalu, bahkan yang akan hadir, terutama diri sendiri. sebab memaafkan adalah suatu titik balik, untuk kembali merasai diri ini. meraih kembali rasa tenang. ada waktunya, untuk beristirahat tanpa harus merasa ini dan itu terhadap dia atau mereka. cukup duduk tenang, mungkin sedikit obrolan dengan satu atau dua. tanpa perasaan yang sulit. tanpa harus berpikir tentang definisi hidup dan sebagainya. hanya perlu media, untuk becermin, untuk memuntahkan segala isi pikir, untuk kemudian sekali lagi bersyukur, jadikan pelajaran. terdengar klasik, but why not? pada akhirnya yang semua orang butuhkan ...

wanted

dibutuhkan segera: pasangan sehidup sesurga kriteria? yang baik saja, tapi baik saja tidak cukup. bahkan tidak benar-benar baik juga tidak apa-apa. toh, kebaikan ada tingkatan-tingkatannya. sebab baik sudah menjadi membosankan. sebab jutaan orang baik namun akan hanya ada satu yang tepat. sebab aku tidak baik, dan cukup tahu diri dalam berharap. ada apa dy? tidak apa-apa. hanya sedang mempertanggungjawabkan sesuatu yang telah dirusak. is it you? or you? or maybe it's you, yang selama ini tidak pernah terlintas di pikirku. kumohon, segera, sebelum hari yang dijanjikan diingkari. atau mungkin aku sedikit berharap itu terjadi. atau kalau tidak, izinkan saya mundur saja. mungkin sudah saatnya menyerah. it won't be happen. or else, there's something I really need to fix first, something about my life. patah hati. sepertinya tidak menyenangkan mungkin orang menghindari, bahkan mengutuknya tapi saat itu terjadi, selalu ada syukur untuk dirayakan. begitupun denganku. selalu ada har...

end

Image
 Hello again, kita tiba lagi pada suatu pagi di hari pertama Januari, yang tentu saja tidak pernah kurayakan dan selalu sepi. Desember telah berlalu tanpa perayaan tertentu. seperti kukatakan, tidak perlu perayaan untuk perpisahan.  tahun baru milik semua, tapi buatku tidak berarti apa-apa. hanya hari berganti dan berlalu, tiap hari pun begitu. pergi berlalu, hadir yang baru. emm, yang baru? tak melulu harus memelankolisasi segala hal, menangisi yang pergi, meratapi kenangan, mengingat-ingat yang hilang, menyesali yang terbuang. selalu ada yang dihadapi, selalu ada kesempatan untuk berbenah. tak harus tahun baru untuk menjadi diri yang baru.  jadi begitulah. Desember berakhir, pun kisahku. sesalku atas waktu yang terbuang, maka izinkan kuucap maaf.  hello, January. we may hope many good things to happen. we may plan everything we want. but for that I need partner. will you? otherwise just go with the stream.

sudut malam

menemuimu di suatu malam menyediakan suatu sudut yang sama-sama kita sukai dengan alunan musik mendamaikan dan tak lupa secangkir minuman hangat masing-masing cokelat panas untukku dan teh hangat favoritmu yang harum menemuimu untuk sebuah malam mengamatimu lekat-lekat gurat wajah lelahmu, senyum lebarmu gestur semangatmu bagai asing, jauh, usang. aku di sini menemuimu di sudut malamku, menyapamu sebab menyelamu di kala siang tidak mungkin sebab kamu adalah milik duniamu dan kumiliki sudut ini untuk kamu menitipkan kisahmu keping demi keping menemuimu lagi malam ini bersiap dengan balik duniamu bersiap dengan apapun celotehmu mimpi-mimpi hebatmu keluh kesahmu kawanmu kamu "dunia parah" katamu "terlalu banyak bercanda. berputar-putar di lingkaran yang sama tertawa dan melupa, hidup ini untuk apa mencapai bahagia entah yang mana." lalu, kusiapkan suatu cerita pada suatu malam cerita biasa sebenarnya, sayang namun kuyakinkan kau aku tidak bercanda. tentang badut-badut ...

how much

How much are you? I don't mean to be rude. But, really, how much are you?  pay for something with money everything is about money, as if we live for it. no, actually. no, we live for something that we must afford, with money. correct me if I'm wrong, I don't care. look at you. I mean right now. what you wear, any clothes you wear in one time. I sometimes do that. from the T-shirt, trousers, skirt, jackets, robe, veil, shoes/slippers, even underwears. how I got it? sometimes I bought, sometimes I got. for T-shirt the second one I think the most often. you know I rarely buy T-shirt. better I buy shirt or some unique clothes. I can get T-shirt from anywhere, like from an event. besides, I usually only wear T-shirt as my sleeping clothes, or when jogging if it's long sleeve. so most of my T-shirts are free. lol okay that's only one example. you can do the same with others. then, I sum them all to get the exact number and it surprise me sometimes. why? it's barely ch...