ada waktu
ada waktunya, untuk merasa tenang, terlepas dari apakah keadaan benar-benar setenang itu. saat jiwa dan raga sepakat untuk menerima saja segala yang datang, secara lahir maupun batin. ingatan tentang masa lalu banyak-banyak buat bersyukur. momen demi momen yang silih berganti, emosi-emosi yang naik dan turun, bagaimana kalau sebaiknya kita ambil pelajaran? mungkin dengan memaafkan, semua orang, yang lalu, bahkan yang akan hadir, terutama diri sendiri. sebab memaafkan adalah suatu titik balik, untuk kembali merasai diri ini. meraih kembali rasa tenang. ada waktunya, untuk beristirahat tanpa harus merasa ini dan itu terhadap dia atau mereka. cukup duduk tenang, mungkin sedikit obrolan dengan satu atau dua. tanpa perasaan yang sulit. tanpa harus berpikir tentang definisi hidup dan sebagainya. hanya perlu media, untuk becermin, untuk memuntahkan segala isi pikir, untuk kemudian sekali lagi bersyukur, jadikan pelajaran. terdengar klasik, but why not? pada akhirnya yang semua orang butuhkan ...